Emang hidup ini menurutku gak akan pernah adil ya? Kalau melihat, di tahun-tahun lalu aku sedang habis-habisan dihajar, lucunya sampai berniat untuk menyelesaikan rasa sakit dengan cara yang terlarang, disisi belahan bumi lain ternyata ada seseorang yang ditengah kalut hidupnya masih sempat dicintai dan diperjuangkan.
Kalau ingat dulu, 22 tahun hidup sendiri, tanpa punya yang menguatkan, berjuang hidup dan mencoba untuk tetap memperjuangkan mimpi-mimpi. Ironis sekali, sungguh aku menyayangi diriku sendiri namun mengapa peranku adalah peran yang menjadi terluka karena keegoisan orang lain?
Aku tidak membohongi diri, semua yang aku rasakan terbayar pada akhirnya. Namun, tetap saja aku merasa, mengapa di hidup yang sekali ini masih saja rasanya sesak? masih berfikir apa tuhan benar-benar ingin membuatku mati perlahan? Jahatnya tak mengirimku seseorang yang bisa membuatku kuat, kenapa ya?
Tahun ini, aku akui aku memihak kepada sebuah keberuntungan, tapi masih saja disisihkan orang-orang yang iri hati dan dengki melihat bahagiaku, apa yang aku rebut dari mereka? Apakah tidak cukup bahagia mereka?
Lelah, sejelas-jelasnya lelah, namun sekarang aku punya seorang anak yang bisa membuat sebuah alasanku untuk hidup lebih kuat, karena sekarang aku dibutuhkan, tak bisa digantikan, terimakasih ya nak..
Komentar
Posting Komentar